Membersihkan Luka Gak Pake Perih?

Me On Weekend..

Scene 1

“Juan, Hati-hati kalau la…ri ”

*Gedebug* (anaknya sudah jatoh)

“Bun…hwaaaaaa…”nada tangisan di kunci S(akit) pun berkumandang.

Scene 2

“Bunda… tolong ambilin plester”

Si bapak keluar kamar mandi dengan spot –spot darah di dagunya

Scene 3

Ibu iseng ngeletekin bagian kulit kering di jarinya.. dan

“ouch…”

Jadilah luka baru karena kulit jari terkelupas.

Dari anak kecil hingga orang dewasa pasti familiar dengan kata ‘luka’. Yah mau gimana lagi tubuh kita pasti merespon sesuatu yang menyebabkan hilangnya atau rusaknya sebagian jaringan tubuh sehingga luka pun timbul.

Scene yang saya buat di atas umumnya terjadi di dalam keluarga saya. Lukanya terdengar receh ya… tapi efek yang ditimbulkannya tidaklah sereceh yang saya kira 😅. Kita tau luka yang ada di tubuh itu menyebabkan rasa sakit, luka hati pun demikian #ehh. Lalu memberikan pertolongan pertama pada luka ini rupanya bisa luar biasa dramanya loh… sudah ada yang merasakan memberikan plester luka kepada si kecil ketika mereka terjatuh?

Saya sih kenyang menghadapi luka jatuh ini, karena punya anak kecil yang alhamdulillah aktif walaupun ga semua lukanya karena jatuh tapi ada aja luka di tubuhnya ini 😢. Biasanya penanganan luka di rumah saya ga neko-neko, cukup dibersihkan dengan air mengalir, keringkan dengan handuk bersih lalu kasih plaster pada luka. Nah! Bagian membersihkan lukanya ini… Astaghfirullah, sekali dramanya. Kalau luka yang terjadi di saya dan suami bisanya kita tahan-tahan tuh sakitnya saat dibersihkan dengan air mengalir tapi tetep sakit sih. Nah kalau luka yang terjadi di Juan… 😅😅😅😅

Saya dan suami pernah menangani kaki Juan yang kemasukan salah satu pecahan mainannya ketika dia sedang bermain. Dimulai dari mencabut serpihan plastik di kakinya saja itu sudah buat Juan teriak luar biasa, rasa sakitnya sih aku kurang tau tapi kami baru menahan kakinya saja anaknya dah teriak dengan syahduu 😌 *pasang ear plug*. Setelah serpihan plastiknya keluar, kami ingin membersihkan luka tersebut. Padahal terlihat lukanya tidak dalam, tapi tetap harus dibersihkan dong… lalu anaknya makin teriak, padahal hanya dikasih air saja, ga kebayang kalau pakai alcohol yang katanya antiseptic untuk membersihkan luka. Nah drama kan?!

Beruntungnya pada 5 September 2018 lalu diriku mendapat undangan untuk peluncuran inovasi produk Hansaplast yang terbaru. Dan melalui bincang-bincang seru bertajuk “Semakin Perih, semakin bagus ─ Mitos atau Fakta?” Dr. Adisaputra Ramadhinara, dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia; bersama Tyna Kanna Mirdad, beauty and parenting influencer; juga Setiawan Saputra, Marketing Manager Hansaplast; meluruskan beberapa anggapan kurang tepat seputar pembersihan luka dan memberikan solusi yang tepat.

Hansaplast #gapakaiperih
Dr. Adisaputra Ramadhinara, dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia; bersama Tyna Kanna Mirdad, beauty and parenting influencer

“Luka dapat terjadi kapan saja dan di mana pun.

 Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, berdasarkan urutan proporsi terbanyak untuk tempat terjadinya cedera, sebanyak 36,5% cedera terjadi di rumah dan penyebab cedera terbanyak adalah jatuh sebanyak 40.9%. Kami selalu mengingatkan masyarakat bahwa

luka sekecil apapun tidak boleh dianggap sepele dan perlu ditangani dengan tepat. Langkah pertama dalam proses penanganan luka adalah membersihkan luka dengan benar untuk mencegah terjadinya infeksi”.

 

Holger Welters. President Director PT. Beiersdorf Indonesia
Holger Welters. President Director PT. Beiersdorf Indonesia

Tyna Kanna Mirdad pun bercerita tentang putri kecilnya Aluna ketika terluka, sama halnya dengan Juan, Aluna pun meronta-ronta ketika dibersihkan lukanya. Humm… sepertinya ini memang default-nya anak-anak ketika akan dibersihkan lukanya. Belum lagi, Tyna menggunakan produk pembersih luka yang berwarna. Karena Aluna yang meronta-ronta dan terus bergerak akhirnya produk pembersih luka yang berwarna tersebut malah jadi kena pakaian. Tyna pun menambahkan untuk menenangkan Aluna, Tyna mengatakan bahwa rasa sakit itu adalah pertanda bahwa pembersih luka tersebut sedang bekerja. Yang padahal aku pun membersihkan luka pakai air biasa aja perih juga 😭.

Mitos atau Fakta?

Setelah mendengar cerita Tyna Kanna Mirdad, akhirnya Dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician ─ seorang dokter spesialis luka bersertifikat yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Menjelaskan beberapa hal berikut terkait semakin perih, semakin bagus suatu produk pembersih luka yang dipakai untuk membersihkan luka serta penanganan luka itu sendiri.

Kandungan pembersih luka, apakah semakin perih semakin bagus.

Kandungan dalam produk pembersih luka yang dijual bebas mengandung bahan yang bisa menyebabkan perih dan meninggalkan noda. Bagi Dr. Adisaputra produk ini bukan pilihan karena bisa menutupi luka dengan warna yang bukan warna asli luka, sehingga luka sebenarnya tidak bisa terlihat. Dr. Adisaputra melanjutkan, di klinik dan rumah sakit beliau lebih memilih menggunakan obat pembersih luka yang mengandung Polyhexanide (PHMB) sebab tidak meninggalkan noda. Selain itu PHMB juga tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa perih. Jadi sampai sini jelas yah, kalau ada produk yang bisa membersihkan luka tanpa perih sudah mematahkan pernyataan semakin perih, semakin bagus sebagai mitos.

Luka sebaiknya dibiarkan terbuka atau tertutup.

Saya adalah orang yang meyakini kalau luka yang dibiarkan terbuka akan cepat menjadi koreng sehingga luka lebih cepat sembuh, karena pernah mendengar luka tertutup membuat luka menjadi lembab dan tidak kering-kering. Dan Dr. Adisaputra mengatakan ini mitos, sedari kecil diriku berpikiran demikian dan baru tau kenyataan ini sekarang 🙃. Faktanya, pada tahun 1962, telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa pada keadaan lembap, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih optimal.

Dr. Adisaputra mengatakan ketika terjadi nanah dan darah yang mengering di kulit dan kita orang awam bilang ini adalah koreng, sesungguhnya kondisi ini  membuat kulit di sekitaran luka lebih lama dalam regenerasi kulit baru, karena jaringan kulit baru harus bekerja di bawah koreng tersebut, membuat kulit baru yang muncul lebih mengalami kesulitan untuk menyatu dengan kulit sekitarnya sehingga proses ini akan membuat penyembuhan lebih lama. Belum lagi rasa gatal yang ditimbulkan dari kondisi koreng tersebut kalau sampai mengelupas menyebabkan luka dan bisa berdarah lagi.

Hansaplast Spray Antiseptik

Hansaplast Spray Antiseptik

Sebelumnya saya pribadi mengenal Hansaplast sebagai ahli dalam produk pertolongan pertamanya yang memenuhi satu bagian pada kotak obat saya dirumah. Selanjutnya tidak sampai disitu kini Hansaplast meluncurkan inovasi terbaru lainnya yaitu Hansaplast Spray Antiseptik dengan kandungan utamanya Polyhexamethylene Biguanide (PMBH), sebagai zat antiseptik yang banyak digunakan oleh para dokter karena efektif dalam mengatasi infeksi, tidak perih, tidak meninggalkan noda dan tidak berbau. Sehingga menjadikannya produk pembersih luka yang praktis dan modern, yang tidak berwarna juga tidak berbau.

Dan Bapak Setiawan Saputra selaku Marketing Manager Hansaplast juga menyampaikan, “Kandungan PMBH dalam pembersih luka yang umum digunakan di klinik dan rumah sakit, saat ini diluncurkan oleh Hansaplast dalam bentuk produk OTC/Over The Counter ─ produk yang dijual bebas tanpa resep dokter. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Adisaputra Ramadhinara, kenapa harus menggunakan pembersih luka yang menimbulkan rasa perih jika sudah tersedia pembersih luka yang #GakPakePerih? Hansaplast Spray Antiseptik adalah solusi praktis untuk mencegah dan mengatasi infeksi #GakPakePerih , tidak meninggalkan noda dan tidak berbau.”

 

Cara Tepat Menangani Luka.

Wah senang banget diriku dapat info bermanfaat mengenai perlukaan ini

(((perlukaan!!))) 😄😄😄

Tapi sebelum saya ‘say bye-bye’ saya juga mau bagi-bagi tips penanganan luka,  baik luka akud sekalipun sebaiknya ditangani dengan tahapan-tahapan berikut:

  1. Membersihkan luka. Apapun yang menyebabkan luka, mau kecil atau pun besar wajib bersihkan luka terlebih dahulu menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik untuk mencegah dan mengatasi infeksi.
  2. Keringkan. Karena luka akan ditutup, keringkan luka cukup di puk puk bagian yang tidak terluka agar kering sehingga memudahkan plaster untuk perban atau plaster luka merekat menutup luka.
  3. Tutup luka dengan Plester Hansaplast untuk melindungi area yang terluka dari gesekan dan kontaminsasi bakteri, serta menjaga agar luka tetap lembap
  4. Setiap mengganti plester, ulangi tahap-tahap di atas agar penyembuhan optimal.

Jadiiiii….. bertambah lagi nih ilmu saya as ibu as perawat 😌. Karena semua luka yang terjadi di rumah selalu dilaporkan ke saya untuk penanganannya. Baik Juan dan ayahnya pasti mencari saya jika mereka terluka dan saya pun mendapatkan pencerahan mulai dari produk Hansaplast Spray Antiseptik yang surprisingly membersihkan luka #GakPakePerih, tidak meninggalkan noda, tidak berbau sampai dengan bagaimana menangani luka 💖

FIX!!! no more drama pembersihkan luka 👋👋👋

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s